Showing posts with label Ciri khas Semendo. Show all posts
Showing posts with label Ciri khas Semendo. Show all posts

petualangan @anakTANJUNGraye

selamat datang kembali :)

lama tak posting...

baikllah...

obsesi saya masih tentang SEMENDE. Sebuah desa kecil dibalik perbukitan, mungkin karena saya melewati masa kecil menyenangkan disna, kurasa saya adalah petualang sejati dimasa kecil... nakal dan bandel, tapi SUMPAH, masa kecil  itu adalah masa paling indah untuk dikenang, saya bisa jadi siapa saja... penunggang kuda, guru KUNTAU, Mantili, Arjuna... hahahhaha... bermain dengan siapa saja tanpa beban

saya akui... saya tidak seperti anak-anak kebanyakan, kurasa HIPERAKTIF... umak/ibu saya adalah pedagang dan petani serta bak/ayah saya adalah kepala sekolah SD TANJUNG RAYA.

saya akan menceritakan masa SD saya...
di ujung desa didekat persawahan dan di atas bukit, kami harus melewati anak tangga yang dibuat dari tanah sekitar 20 menit dari pusat desa, untuk naik kesana terkadang saya mencari jalan pintas diantara hutan bambu supaya cepat sampai, atau membuka sepatu dan berlari melewati tana kuning. Sebelum sampai kesekolah, ada pohon nangka, memanjatnya, kebiasaaan saya adalah memakan buah kecil nangka disebut SEBABAL oleh masrakat semende, rasa asem dan kelat, kalo dulu sih enak... sekarang neg :) ujung-ujungnya seragam putih saya tidak pernah benar-benar putih, sudah coklat dan penuh getah SEBAKBAL... kebiasaan saya berikutnya adalah selalu telat datang kekelas, dan selalu ditemui oleh guru diatas pohon nangka

"ini pasti sepatu Janna..." kata guru ketika menemukan sepatuku diantara rerumputan didekat pohon nangka,dengan agak takut saya turun...

hal paling saya sukai dari sekolah SD adalah KELUAR MAIN/STRAHAT, sayalah paling duluan keluar kelas bermain... kami akan menaiki pohon-pohon besar lalu mengambil peran masing-masing, entah itu mantili, lasmini, arya kamandanu... seperti karakter-karakter sandiwara radio yang pernah kami dengan bersama didesa...

Sebenarnya...
mengapa saya sangat menykai POHON? bertengger di atasna... ditempat tertinggilah saya bisa merasakan betapah indahnya HUTAN SEMENDE, mereka seperti mengajak saya bersenandung bersama alam... berjoget... indah sekali

di google arth kau akan menemukan desa-desa kecil di daerah SEMENDE....

saya hanya melewati masa SD di SEMENDE, selebihnya merantau...


Batu betangkup di Semende

Dari kecil aku sudah di biasakan dengan Andai-andai(dongen) dalam bahasa daerah Semende, Muara enim (dongeng-dongeng) mak sangat pandai dalam hal andai-andai tak jarang aku menangis mendengar Andai-andai yang mengalun merdu dari bibirnya. salah satu dari sekian andai-andai beliau ceritakan adalah BATU BETANGKUP. Kebanyakan dongeng berasal dari kisah nyata di revisi dari waktu kewaktu... Batu betangkup adalah batu besar yang bisa membuka dan menutup sendiri, apapun masuk ke belahan batu besar tersebut akan musnah tidak berbekas sama sekali, hingga semua orang sangat takut dengan batu ini Batu Betangkup juga terkenal dengan nama BATU PEMAKAN MANUSIA... itu adalah keajaiban zaman dahulu kala, dimana semua tak masuk akal bisa saja terjadi...

Andai-andai atau dongeng adalah cerita rakyat didalamnya penuh dengan pembelajaran, entah siapa pengarangnya tapi dongeng selalu diceritakan dari generasi-kegenerasi. Zaman sekarang sudah tidak ada lagi yang akan ber-andai-andai pada anak dengan cara yang dilakukan mak pada kami dulu...dia melakukanya dengan BEREJUNG atau bernyanyi dengan suara mengalun-alun

Dongeng Batu Betangkup ini berbeda-beda di setiap daerah, di Semendo sendiri diceritakan seorang ibu  masuk kedalam batu betangkup karena putus asah atas perilaku putrinya yang tidak perduli padanya.

Di air Tengkiahe Semende ditemukan batu cukup besar menyerupai Batu Betangkup yang di yakini adalah BATU BETANGKUP


Mitos Desa racun Semendo



Dulu...
sering sekali aku mendengar jika desa kelahiranku itu orang-orangnya terkenal suka meracuni orang lewat makanan. Lalu kutanyakan pada bapak kebenaranya...
"terjadinya zaman dahulu, tapi terkenalnya sampai sekarang. Itu mengapa para desa tetangga enggan untuk makan desa kita karena takut diracuni. Namanya Zaman dahulu hukum rimba masih berlaku, siapa yang kuat dialah pemenangnya. Nenek moyang kadang menimba ilmu racun hidup, ilmu itu selalu diwariskan pada anak cucunya, tapi jika tidak diwariskan balasanya adalah kematian untuk keturunan mereka...tapi ilmu itu sudah musnah sekarang"

Baqgulai (Makanan khas daerah Semende)

Baqgulai pernah mendengarnya? ini adalah jenis masakkan berkuah dan kental, ketika kamu mencicipnya akan terasa aneh, keunikan Baqulai terletak pada kuah, sekilas kental seperti santan, tapi ternyata tidak, itu bukan santan kelapa, tapi kuahnya di campur beras telah dihaluskan lalu di lebur bersama bumbu lengkap, sebelum di haluskan, beras kira-kira rendam dulu hingga mengembang

Selain sayur mayur, Kuah Baqulai juga bisa digunakan untuk daging sapi dan ayam. Kebanyakan orang Semendo memasak bagulai dengan sayuran yang bertestur agak keras seperti terong, labu, buncis, kubis bahkan wortel... masakan ini favorit orang tua suku Semendo, dan tetap di lestarikan sampai sekarang secara turun-menurun.... masakan ini sangat kaya akan nutrisi dan unik.